Sebuah gedung perkantoran yang sebenarnya biasa saja. Bahkan tidak lebih mewah dari Kawasan Pusat Bisnis Sudiman maupun Kuningan. Oleh senior-seniorku desainnya diakui bahwa gedung ini dibangun dengan teknologi termaju pada masanya. Memahami makna dari nama gedung ini memiliki arti, "gapailah puncak dari kemuliaanmu".
Dibalik kesederhaannya gedung setinggi 20 lantai ini, memiliki kenangan tersendiri untukku. Tempat dimana almarhum ayah mencari nafkah untuk kami selama 20an tahun. Di saat aku beranjak kuliah aku pernah diajaknya kesini. Mengambil dokumen penting miliknya sembari melihat beberapa tumpukan dokumen dan gambar teknik di atas meja kerjanya yang membuatku merasa pekerjaan ayahku adalah pekerjaan termaskulin saat itu. Membayangkan tensi kerja yg duduk dihadapan bosnya sembari mengawasi bawahannya harus aku akui itu bukan hal yang mudah. Tapi 20an tahun bekerja dengan naik turunnya kondisi sangat kuapresiasi kerja keras ayah.
Tidak dipungkiri kenangan manis itu tidak ingin sampai ternoda. Aku pernah putus asa jika aku tidak akan kembali lagi kesini. Urusan terakhirku saat kami mengurus hak atas kematian ayah dari kantornya. Mengembalikan semua barang-barang milik kantor yg selalu ayah gunakan rasanya agak berat untukku. Namun qodarullah, Allah memilihkanku jalan yang lebih baik kesini. Datang bersama kawan-kawan kerja mengerjakan pekerjaan yang dulu sering ayah kerjakan setiap tahun di gedung ini. Ingin sekali kami pulang bersama menghembuskan napas lega atas hasil jerih payah kami hari ini. Rasa rindu itu tertutup oleh rasa puji syukur kepada-Nya bahwa aku ada takdir baik untuk kembali. Terima kasih Ya Allah engkau memberi jalan untuk mampir. Walau sesaat rindu itu ingin sekali kembali terjadi.
Aku perlu belajar, aku masih berproses, dan aku bahagia. - jwr
Summitmas, 17 September 2022
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih sudah memberi respon setelah membaca :)