Di umur yang akan mencapai seperempat abad, banyak teman-teman sebayaku memutuskan untuk menikah. Awalnya bikin iri memang. Bahkan sudah jadi obrolan untuk mereka yg menekan pacarnya buat segera menikah atau yang jomblo-jomblo ngebet mencari pasangan. Tapi tidak sedikit juga di antaranya masih ragu menikahi pasangannya meski sudah berpacaran. Kalau sudah di tongkrongan pasti topiknya, "kapan lo siap nikah?" atau "jomblo mulu lo, mau gue kenalin cewek ga?" atau "akhirnya match juga gue, tapi bukan tipe gue sih jadi mager mau chat duluan". Memang terdengar klise tapi aku punya caraku sendiri menghadapinya. Aku bahagia untuk teman-temanku yang telah memantapkan diri untuk menikah. Bagiku itu adalah bentuk kedewasaan darinya untuk berani ke tahap hidup selanjutnya bersama. Tidak hanya siap materi tapi juga siap mental karena aku tahu hidup menopang sebuah keluarga tidaklah mudah. Pasangan itu bisa yang paling banyak samaan, bisa juga saling ...
Being success, being generous, need a process. Berisi catatan personal.